Tabungan Rindu vs Tabungan Dunia: Mana yang Menjadi Prioritas Anda?
Seringkali kita merasa mampu membeli kesenangan dunia yang nilainya turun setiap tahun, seperti gadget terbaru, kendaraan, atau sekadar mengikuti gaya hidup. Namun, di sisi lain, kita sering merasa 'belum mampu' untuk melakukan investasi akhirat yang nilainya abadi.
Pernahkah kita merenung, mengapa untuk urusan dunia kita begitu bersemangat, namun untuk urusan "pulang" ke rumah Allah kita sering menunda?
Bukan Soal Sisa Uang Belanja
Perlu kita sadari bahwa ibadah Umroh dan Haji bukan soal sisa uang belanja. Ini adalah soal uang yang sengaja disisihkan karena rasa rindu yang sudah tidak terbendung lagi. Allah tidak hanya memanggil mereka yang sudah mapan secara finansial, tetapi Allah memampukan mereka yang mau mengutamakan panggilan-Nya di atas keinginan-keinginan lainnya.
Kesempatan yang Memiliki Masa Berlaku
Harta memang bisa dicari kembali, namun kesempatan dan kesehatan fisik memiliki masa berlakunya sendiri. Ibadah ke Tanah Suci adalah ibadah fisik yang menuntut kekuatan prima.
Jangan sampai kita membiarkan tabungan dunia kita penuh, sementara tabungan rindu kita ke Baitullah dibiarkan kosong melompong hingga fisik tak lagi kuat untuk menunaikannya.
Wujudkan Niat Sucimu Sekarang
Sesuai dengan kutipan indah ini: "Allah tidak memanggil yang mampu, tapi Allah memampukan mereka yang mau menjawab panggilan-Nya. Jangan tunggu siap, karena usia tak pernah menunggu."
Jangan biarkan rindu ini hanya berakhir menjadi mimpi. Mari mulai rencanakan keberangkatan Anda dengan langkah nyata hari ini.

Posting Komentar untuk "Tabungan Rindu vs Tabungan Dunia: Mana yang Menjadi Prioritas Anda?"